|
CMC GATHERING: PEKERJAAN RUMAH MENANTI Woiii...umpan sini dong! teriak Edi sambil mengangkat tangannya. Sejurus kemudian bola umpan tepat di bibir net persis di atas kepala Edi. Bukkk...., suara keras bola beradu dengan tangan. Tapi apa daya, bola masih enggan berlalu ke seberang, tertahan net. ----------------------------ooo-------------------------------- Ahad, 2 April 2006: Taman Triloka pagi itu sama seperti hari-hari minggu sebelumnya, ramai dipadati oleh pengunjung. Usia balita sampai orang tua melimpah ruah di Taman yang terletak di Komplek AURI Pancoran tersebut. Seiring naiknya mentari, perlahan lapangan mulai sepi ditinggal pengunjung. Terlihat di bangku pinggir taman beberapa wanita berjilbab duduk-duduk. Sementara di lapangan voly beberapa pemuda sedang memasang net voly. Yup, jarum jam baru menunjuk ke angka tujuh. Masih terlalu pagi memang bagi penikmat tidur dikala libur seperti hari minggu itu. Tapi, janji untuk bersilaturahim seolah menjadi magnet yang membuat 'virus' bantal tidak berkutik. Maka hadirlah lebih dari tigapuluh orang di taman pagi itu. CMC Gathering. Ya, begitulah kira-kira nama acara tersebut. Acara yang digagas oleh komunitas-komunitas netter muslim yang bertujuan memupuk silaturahim di antara anggota komunitas. Sambil menunggu acara dimulai, peserta pria melakukan warming up dengan bermain voly, sedangkan wanita saling melepas kangen di antara mereka yang sudah lama tidak bertemu. Acara yang sedianya akan dimulai pukul delapan pagi itu pun molor. Bisa ditebak memang, permasalahannya terlalu klasik. Maka jadilah acara dimulai jam sembilan. Bertindak sebagai pembawa acara, Arul Khan (IMB). Setelah acara dibuka, disusul kemudian dengan tilawah Quran yang dibawakan oleh Olieds (MQCC). Acara pun dilanjutkan dengan acara hearing tentang CMC ke depan dengan dimoderatori secara bersama oleh Arul Khan, Abi Oyo dan Olieds. Setelah paparan singkat tentang CMC sebagai pemancing, acara sharing pun dibuka. Dari barisan akhwat unjuk tangan. Saya baru pertama mengikuti kegiatan CMC. Saya pikir acara CMC itu event yang besar dengan melibatkan banyak orang, tapi nyatanya yang hadir 'hanya' segini. Kemudian, keanggotaannya juga tidak jelas. Terus sinergi antar komunitasnya dalam bentuk apa? Apakah lebur dalam satu komunitas besar? tanya salah seorang peserta dari MyQers. Sejak awal CMC tidak bermaksud mengkooptasi komunitas yang telah ada. CMC berfungsi sebagai wadah kegiatan bersama, jawab Arul Khan. Lebih jauh lagi, Olieds menjawab beberapa pertanyaan tersebut. Dia menjelaskan ihwal sedikitnya yang hadir. Pertama, waktu pelaksanaan bertepatan dengan libur panjang yang ditentukan pemerintah secara mendadak sehingga banyak yang menggunakannya untuk keluar kota. Kedua, komunikasi antar pimpinan komunitas belum solid sehingga hasilnya tidak maksimal. Info atau instruksi tidak sampai ke level anak buahnya. Kita akuilah, merupakan tantangan tersendiri untuk bersatu. Masing-masing komunitas punya agenda masing-masing dan memiliki kekhasan tersendiri. Di samping, keanggotaan di dunia maya tidak mengikat, dalam artian tidak ada konsekuensi atas kehadirannya. Sehingga peserta boleh datang atau tidak. Kita hanya bisa sebatas mengajak, paparnya. Memang cukup kontras acara silaturahim kali ini dengan silaturahim di Taman Mini, 25 Desember 2004 yang dihadiri sekitar 70 orang. Nada optimistis dikemukakan oleh koordinator Muslimah IT. Saya memandang positif adanya CMC ini, namun mungkin masih banyak PR yang harus segera dibenahi. Terutama koordinasi antar komunitas. Tapi ke depan, saya yakin CMC bisa lebih bagus lagi, ungkap Siska optimis. Saya sih usul saja, kang. Untuk mengoptimalkan partisipan dan acara, sebaiknya melbatkan pemimpin komunitas. Jadi informasi turun dari atas ke anak buahnya, usul Heri dari KI dan MIFTA. Tindaklanjut CMC Menyangkut rencana ke depan, Olieds menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang akan segera ditindaklanjuti. Pertama, konsolidasi antar komunitas. Hal ini terutama kepada ketua komunitas sehingga terjalin kesepahaman dan komunikasi yang baik. Kedua, sinkronisasi program kerja. Dalam artian, mengajak serta komunitas lain dalam kegiatan komunitas yang bersifat eksternal. Misalnya, Indonesian Muslim Blogger mengadakan pelatihan ngeblog, mungkin pesertanya tidak hanya dari IMB saja. Tapi komunitas lain pun bisa turut serta. Atau MQCC punya acara Kajian Bulanan setiap pekan keempat di Al Ihsan BKPM, terbuka untuk umum, tambahnya. Permasalahan klasik yang menghinggapi kesolidan CMC menyangkut personil yang in charges didalamnya. Selama ini, CMC hanya merupakan forum silaturahim dengan menempatkan ketua komunitas sebagai pengurusnya. Itu pun tidak definitif. Apa lagi masing-masing komunitas disibukkan oleh kegiatannya sendiri. InsyaAllah program besar tahunan CMC adalah Baksos Ramadhan. Tentunya diharapkan akan lebih semarak lagi, imbuhnya. Saya pikir harus sudah disiapkan dari sekarang, mengingat tiap komunitas juga memiliki acara baksos sendiri-sendiri, sehingga sumber daya bisa efektif. Menyangkut media komunikasi, sementara menggunakan blog di http://pondokcmc.multiply.com dan milist cybermuslimcom@yahoogroups, di samping milist-milist milik komunitas. Komunitas yang hadir Komunitas yang hadir pada acara tersebut diantaranya Indonesian Muslim Blogger (IMB), MQ Club Community (MQCC), Islam Dot Net (ISDN), MyQuran (MyQers), Muslimah IT (MIT), Faith Community (Faith Com), MIFTA, Kafilah Islam (KI). Sayangnya, hanya beberapa ketua komunitas yang hadir, diantaranya Martsiska dari Muslimah IT dan Olieds dari MQ Club Community. Sedangkan yang lainnya diwakili oleh anggotanya. Dari barisan senior terlihat hadir beberapa pendiri IMB; Abi Iman, Kang Yayan, Mba Septi , Pak Mustoyo (Faith Com) dan beberapa lainnya yang turut membidani lahirnya CMC Setelah sesi sharing dilanjutkan dengan main voly untuk ikhwan, dan yang akhwat jadi suporter. Karena masing-masing komunitas tidak lengkap personilnya, akhirnya anggota team dicampur. Al hasil, tim yang diperkuat oleh para senior (Arul Khan, Abi Oyo Cs) harus bertekuk lutut pada tim lawan dua set langsung. Di antara peserta yang hadir, ternyata tidak hanya berasal dari Jabodetabek saja. Terdapat beberapa peserta dari luar kota. Sebut saja Devi (IMB, KI), mahasiswi sekaligus pekerja yang tinggal di Cirebon rela menempuh jarak yang cukup jauh untuk sekadar bersilaturahim. Atau empat orang pemuda dari MyQers yang sengaja datang dari Kota Kembang, Bandung. Semoga tetap berkesan dalam indahnya jalinan silaturahim ini. Kisah sedih di hari minggu Disela-sela acara CMC Gathering, menyeruak kisah 'memilukan' dari peserta. Adalah Nining (IMB), setelah menempuh perjalanan dari Lebak Bulus dengan sepedanya, terpaksa harus bengong satu jam karena salah lokasi. Seharusnya langsung ke Taman Triloka yang berada tepat di belakang Wisma Aldiron Dirgantara, namun karena tidak 'mudeng' malah menunggu di lapangan bola depan wisma. Bukannya tanpa usaha, beberapa rekan telah coba dikontaknya. Apesnya, dari sekian jawaban tidak ada satupun yang memuaskan. Tidak tahu lah, atau masih di rumah lah, itu jawaban yang dia terima. Untunglah indera keenamnya berfungsi dan akhirnya menemukan lokasi yang benar. Nasib lebih baik dialami oleh Iman (Abichom). Pria yang termasuk dalam 'ABG' (Anak Berbadan Gede: Red) ini 'hanya' menunggu setengah jam saja sebelum akhirnya nyampe di Taman Triloka. Mungkin dalam hati mereka berdua bersenandung lagu Kisah Sedih di Hari Minggu. Reported by pasirberteriak |
| Leave a Comment: |